Pimpinan

R-Priyono

KEPALA BPMIGAS

R. Priyono, adalah Sarjana Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung (ITB), angkatan 1976. Lahir di Pati Jawa Tengah, 12 September 1956. Priyono mengawali karirnya di Direktorat Jendral Minyak dan Gas Bumi (Dit.Jen Migas), Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai staf sie Teknologi Peralatan Eksplorasi dan Eksploitasi, Direktorat Pembinaan Pengusahaan Migas. Pada tanggal 29 April tahun 2008, R. Priyono telah dilantik oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Purnomo Yusgiantoro, untuk menjabat sebagai Kepala BPMIGAS yang ketiga berdasarkan hasil uji kelayakan oleh Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan penetapan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 20/P Tahun 2008 tanggal 16 April 2008. Di dalam memimpin BPMIGAS ke depan, R. Priyono telah memiliki visi yang utama, yakni meningkatkan produksi minyak dan gas bumi, menurunkan cost recovery secara wajar serta menyederhanakan rantai birokrasi di lembaga ini.

Lihat Selengkapnya
Adapun perjalanan karir sebagai berikut
BPMIGAS :
2008 – Sekarang : Kepala BPMIGAS
DITJEN MIGAS :
2006 : Direktur Pembinaan Usaha Hulu
2006 : Kepala Sub. Dit. Wilayah Kerja
2003 - 2006 : Kepala Sub. Dit. Pengelolaan Wilayah Kerja
2001 - 2003 : Kepala Sub. Dit. Eksplorasi
1995 - 2001 : Kepala Seksi Program Indonesianisasi
Sub. Direktorat Bina tenaga Kerja
1993 - 1995 : Staf Sie Program Indonesianisasi
1992 - 1993 : Staf Sie Teknologi Peralatan Pemurnian dan Pengelolahan
1988 – 1992 : Staf Sie Teknologi Peralatan Eskplorasi dan Eksploitasi
Sebagai Kepala BPMIGAS, R. Priyono telah berhasil meraih prestasi di industri hulu migas:
1.
Berhasil meningkatkan produksi minyak bumi. Tahun 2008, untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir produksi dapat ditingkatkan sebesar 2,4 persen menjadi rata-rata 976.980 barel per hari. Sebelumnya laju penurunan produksi berkisar antara 6 – 7 % per tahun. Prestasi ini kelihatannya dapat dipertahankan pada tahun 2009 rata-rata produksi 102 persen terhadap target operasi.
2.
Menekan cost recovery yang sangat signifikan dengan melakukan perbaikan draft and condition contract yang lebih menguntungkan, perbaikan mekanisme pengembalian biaya didasarkan POD
3.
Menyusun pedoman rincian kegiatan yang tidak dapat dimasukkan kedalam cost recovery, sehingga dapat menurunkan pengeluaran Negara dalam pembiayaan eksplorasi migas
4.
Pada tahun 2009, berperan aktif meningkatkan kapasitas perbankan nasional melalui surat edaran BPMIGAS nomoe : EDR- 0066/BP00000/2008/S0 tertanggal 24 Desember 2008 yang mengistruksikan kepada seluruh Kontraktor KKS untuk menggunakan fasilitas bank umum nasional dalam setiap transaksi belanja barang dan jasa Kontrak KKS. Dengan instruksi tersebut dipastikan sekurang- kurangnya US$ 10 milyar (setara dengan Rp 100 triliun) akan beredar du perbankan nasional dalam tahun anggarasn 2009. Se3lain itu juga dikeluarkannya surat edaran kepada Kontraktor KKS Nomor : EDR 0067/BP00000/2008/S0 yang menginstruksikan pemindahan dana ASR (abandonment and site restoration) dari bank luar negeri ke Bank –Bank BUMN di Indonesia. Sampai akhir Juni 2009, dana yang sudah dialihkan ke Bank-Bank BUMN sebesar US$ 120 juta (setara Rp 120 triliun).
5.
berhasil memaksimalkan penjualan LNG pada tahun 2008 dan 2009, yakni ketika terjadi penurunan demand sangat tajam di pasar LNG yang membuat para pembeli LNG mengurangi permintaannya, sehingga tidak perlu dilakukan penurunan produksi gas dan kondensat. Upaya yang perlu dilakukan penurunan produksi gas dan kondensat. Upaya ya ng dilakukan adalah mengalihkan 23 kargo LNG ke berbagai pembeli dalam dan luar negeri
6.
Berhasil mengusahakan perubahan kontrak gas exchange antara ConocoPhillips dan Chevron Pasific Indonesia menjadi Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG), sehingga Negara akan mendapatkan tambahan dari lifting minyak dan Domestic Market Obligation.
7.
Melakukan reorganisasi BPMIGAS sehingga proses bisnis yang harus dilakukan Kontraktor KKS untuk merealisasi investasinya dapat dilakukan lebih tepat.
8.
Menandatangani kerjasama dengan Menristek, untuk mengutamakan penggunaan teknologi dan konsultan nasional. Hasil: KKKS diharuskan menggunakan konsultan nasional, kecuali konsultan nasional tidak mampu melakukannya.
9.
Berhasil memperbaiki kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang dilakukan Kontraktor KKS, sehingga incident rate dapat diturunkan dari 1,5 pada tahun 2004 menjadi 0,35 pada tahun 2008, kemudian turun lagi menjadi 0,35 pada semester 1 tahun 2009. Perbaikan kinerja di bidang ini akan mempengaruhi besaran premi asuransi pada tahun-tahun mendatang.
10.
Meningkatkan penjualan gas bumi untuk konsumen dalam negeri. Pada tahun 2008 dan 2009 (per 5 Agustus 2009), telah ditandatangani 45 kontrak penjualan gas untuk dalam negeri dengan total volume 1,49 Tcf, atau setara dengan 229,90 juta liter minyak tanah. Dengan asumsi gas tersebut digunakan sebagai bahan bakar industri dan pembangkit, maka volume kontrak-kontrak tersebut berpotensi memberikan penghematan subsidi BBM sekitar US$ 6,992 miliar bila memperhitungkan harga minyak US$ 60 per barel.
11.
Membentuk tim pengadaan barang dan jasa bersama bagi Kontraktor KKS yang beroperasi di suatu wilayah yang saling berdekatan. Pilot project dilakukan di Jawa Timur dan Kalimantan Timur. Model yang sama kemudian dikembangkan untuk wilayah Natuna, Sumatra Tengah, Sumatra Utara dan onshore West Java. Penghematan dari kegiatan tersebut sebesar US$ 438,08 juta, terdiri dari penurunan harga hasil kontrak bersama, hasil negosiasi dalam proses pengadaan, hasil lelang ulang dan hasil transfer material.
12.
Meningkatkan kapasitas tenaga kerja nasional di jajaran manajemen Kontraktor KKS, agar biaya tenaga kerja Kontraktor KKS dapat ditekan, serta terjadi transfer of knowledge. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengevaluasi organisasi Kontraktor KKS. Target: realisasi personel cost tenaga kerja asing dibatasi, dari 30% menjadi 28% dari seluruh personil cost di KKKS
13.
Membuat Key Performance Indicator (KPI) dan berbagai Pedoman Tata Kerja (PTK), sehingga pekerjaan tiap bidang di BPMIGAS dapat dinilai dan terukur serta membantu monitoring pekerjaan dapat dilaksanakan tepat waktu dan tepat sasaran.
_MG_3505

WAKIL KEPALA BPMIGAS

Hardiono, Berdasarkan Surat Keputusan Menteri ESDM No 0723 K/73/MEM/2010 tertanggal 25 Februari 2010, Drs Hardiono M. Comm. dipromosikan menjadi Wakil Kepala BPMIGAS. Sebelumnya, selama hampir tiga tahun, Hardiono menjabat sebagai Deputi Umum. Lelaki kelahiran Pekalongan pada 11 Maret 1958 ini bukan orang baru di lingkungan BPMIGAS, karena sebelumnya juga menjabat sebagai Kepala Divisi Internal. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Universitas Diponegoro, Semarang Jurusan Ekonomi Perusahaan pada tahun 1983, Hardiono meniti karirnya di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Namun ditengah kesibukannya berkarir, dia sempat menyelesaikan pendidikan S-2 (Master of Commerce in Management) nya di Curtin University of Technology, Perth, Australia Barat pada tahun 1993.

Lihat Selengkapnya
Berikut adalah pengalaman kerjanya, sebelum menjabat Wakil Kepala BPMIGAS :
BPMIGAS
1. 2010 - sekarang : Wakil Kepala
2. 2007 - 2010 : Deputi Umum
3. 2002 - 2007 : Kepala Divisi Internal
Departemen Energi dan Sumber Daya mineral
4. 2001 - 2002 :
Kepala Bagian Akuntansi, Sekretariat Jenderal DESDM
5. 1999 - 2001 :
Kepala Bagian Pembukuan dan Perhitungan, Sekretariat Jenderal DESDM
Direktorat Jenderal Listrik dan Pengembangan Energi
6. 1998 - 1999 : Kepala Seksi Kerjasama Pembiayaan.
7. 1994 - 1998 :
Kepala Seksi Analisa Harga Listrik Swasta.
8. 1993 - 1994 :
Staf Subdit Pembangunan Ketenagalistrikan Swasta.
9. 1990 - 1993 :
Pendidikan untuk Master Degree at Curtin University of Technology, Western Australia.
10. 1984 - 1990 :
Staf Subdit Pembangunan Kelistrikan, Direktorat Jenderal Listrik dan Energi Baru.
_MG_3512

DEPUTI PERENCANAAN BPMIGAS

Haposan Napitupulu Lahir di Bandung, 30 November 1955. Menamatkan pendidikan Teknik Geologi dan Master Geosains di Institut Teknologi Bandung (ITB), Haposan melanjutkan program doktoral bidang spesialisasi Geokimia Hidrokarbon di Universitas Texas, Amerika Serikat. Ayah tiga orang anak ini memiliki banyak penugasan di lapangan sejak bergabung di PT Pertamina pada tahun 1979. Pengalamannya di sektor hulu tersebut diharapkan mampu mendorong produksi minyak dan gas yang ditargetkan pemerintah.

Lihat Selengkapnya
Berikut perjalanan karir Haposan:
BPMIGAS
2010 - Sekarang Deputi Perencanaan
Pertamina
2009 - 2010 Presiden Direktur PT Pertamina EP Cepu
2009 - sekarang
Komisaris PT Pertamina Geothermal Energy
2008 - 2009 Komisaris Utama PT Pertamina Geothermal Energy
2008 - 2009
Deputi Direktur Perencanaan dan Evaluasi, Direktorat Hulu, Pertamina
2007 - 2008 Direktur Eksplorasi dan Pengembangan, PT Pertamina EP
2005 - 2007 General Manager JOB Pertamina – Hess Jambi Merang
2004 - 2005 Manager Area Overseas, New Venture Division, Pertamina Hulu
2001 - 2004 Evaluation Manager, Exploration Division, Pertamina Hulu
1998 - 2001 Basin Evaluation Manager, Eksploration Division, Pertamina Hulu
1993 - 1998
Pendidikan doktoral bidang spesialisasi Geokimia Hidrokarbon di Universitas Texas, Amerika Serikat
1990 - 1993 Kepala Operasi Geologi, BKKA
1987 - 1990 Senior Geologist, Badan Koordinasi Kontraktor Asing (BKKA)
1983 - 1987 Kepala Pengeboran Eksplorasi, Unit EP IV
1979 - 1983 Well site geologist & field geologist Pertamina Unit EP IV, Kalimantan
Foto-website-Deputi-Operasi

DEPUTI PENGENDALIAN OPERASI BPMIGAS

Rudi Rubiandini R.S. diangkat sebagai Deputi Pengendalian Operasi BPMIGAS sejak 18 Agustus 2011, setelah sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan sejak akhir tahun 2010. Pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat pada tahun 1962 ini lulus dari jurusan Teknik Perminyakan, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1985. Rudi kemudian melanjutkan pendidikan sampai meraih gelar doktor di Technische Universitaet Clausthal Jerman pada tahun 1991. Nama Rudi tidak asing lagi bagi industri hulu migas. Sejak lama dia dikenal sebagai Konsultan berbagai proyek pengembangan lapangan Kontraktor KKS, sebagai trainer pada berbagai kursus teknis bagi karyawan di lapangan, dan sering menjadi narasumber pada berbagai seminar. Dia juga aktif membantu pemerintah antara lain sebagai Tim Penilai Amdal Kantor Menteri Lingkungan Hidup, Wakil Ketua Tim Pengawas Peningkatan Produksi Migas (TP3M) Kementerian Eneri dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan sebagai wakil ketua Tim Investigasi Kecelakaan Migas. Karyanya antara lain menghasilkan puluhan software engineering dalam bidang migas, dan menulis beberapa buku di bidang migas. Guru Besar Teknik Perminyakan ini juga cukup handal di lapangan, terbukti dia juga berhasil mematikan semburan pada beberapa sumur migas Indonesia yang sedang blow out.

Lihat Selengkapnya
Berikut perjalanan karirnya :
Agustus 2011 – sekarang Deputi Pengendalian Operasi BPMIGAS
2010 – 2011 Sekretaris Pimpinan BPMIGAS
2009 - 2010 Penasehat Ahli Kepala BPMIGAS
2007 – 2010 Direktur Operasi & Keuangan PT LAPI ITB
2006 – 2007 Direktur Utama PT LAPI-ITB
2005 – 2006 Direktur Penerbit ITB
2001 – 2005 General Manager Sasana Olahraga Ganesha ITB
1995 – 1998 Sekretaris Jurusan Teknik Perminyakan ITB
Foto-website-Deputi-Keuanga

DEPUTI PENGENDALIAN KEUANGAN BPMIGAS

Akhmad Syakhroza lahir di Bengkulu, 30 November 1963. Lulus dari jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1987, melanjutkan Master bidang Accounting, Finance, and Information System dari Cleveland State University, Ohio, Amerika Serikat, lulus pada 1991, kemudian meraih doktor bidang Organization Behavior and Management Accounting dari Faculty of Business and Public Management, Edith Cowan University, Perth, Australia pada 2001. Selain sebagai pengajar Fakultas Ekonomi, UI, Syakhroza sempat aktif sebagai auditor, konsultan sampai dengan komite audit perusahaan swasta.

Lihat Selengkapnya
Berikut perjalanan karirnya :
Agustus 2011 – sekarang Deputi Pengendalian Keuangan BPMIGAS
1986 – sekarang Pengajar FE UI
1992 – sekarang Konsultan Lembaga Manajemen UI
2009 -2011 Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
Mei 2004 – Desember 2009 Komisaris Independen PT. Reasuransi Nasional Indonesia
Januari 2002 – Juli 2009 Kepala Pusat Pengembangan Akuntansi, FE UI
2005 – 2007 Tenaga ahli Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI
2003 – 2005 Komite Audit PT. Bakrie & Brothers, Tbk.
Maret 1989 – Februari 1990 Citibank, Jakarta
Januari 1988 – Februari 1989 Kontroler Bimantara Group
Juli 1986 – 1988 Auditor Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf (AAJ)
J.-Widjonarko

DEPUTI UMUM BPMIGAS

Johanes Widjonarko lahir pada tahun 1962. Menamatkan pendidikan Teknik Geologi, Universitas Pembangunan Nasional (UPN), Yogyakarta pada tahun 1988, kemudian meraih Master Ilmu Administrasi Kebijakan Bisnis, Universitas Indonesia pada tahun 2001. Sebelum bergabung dengan BPMIGAS pada Juni 2011, Widjonarko meniti karir sebagai Pegawai Negeri Sipil di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sejak tahun 1991. Selama bertugas di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Widjonarko terlibat secara aktif sebagai anggota tim dalam menyusun dan menyiapkan berbagai konsep Peraturan Perundangan, seperti penyusunan konsep Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu, Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2010 tentang Biaya Operasi yang dapat dikembalikan dan perlakuan pajak penghasilan di bidang Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (cost recovery), termasuk lebih dari tujuh tahun menyiapkan konsep kontrak kerja sama dan penawaran wilayah kerja migas. Sejak tahun 2007, bertanggung jawab untuk menyiapkan rumusan kebijakan sub sektor minyak dan gas bumi, diantaranya kebijakan alokasi gas bumi (Permen ESDM 03 tahun 2010), Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional, Neraca Gas Bumi Indonesia, kebijakan infrastrukur minyak dan gas bumi, konsep cadangan strategis, dan Blueprint Gas Bumi Nasional. Pada tahun 2011, Widjonarko juga ditunjuk sebagai Ketua Tim Teknis Sektor ESDM untuk menyusun Master Plan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Tahun 2011 – 2025.

Lihat Selengkapnya
Berikut perjalanan karirnya :
Juni 2011 – sekarang Deputi Umum
Maret 2010 – Januari 2011 Asisten Pribadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
November 2007 – 2010 Kepala Sub Direktorat Penyiapan Program, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
September 2006 – November 2007 Kepala Sub Direktorat Wilayah Kerja, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
Februari 2006 – September 2006 Kepala Seksi Penyiapan Wilayah Kerja, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
September 2003 – Februari 2006 Kepala Seksi Persiapan Wilayah Kerja, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
Maret 1991 – September 2003 Staf Seksi Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi
_MG_3535

DEPUTI EVALUASI DAN PERTIMBANGAN HUKUM

Lambok H. Hutauruk, lahir di Tebing Tinggi, Sumatera Utara, pada 3 Juli 1954. Menyelesaikan kuliahnya di Jurusan Tehnik Sipil, Darmstadt University, Jerman, pada tahun 1983. Satu tahun berikutnya melanjutkan S2 di bidang Manajemen Konstruksi di Braunschweig University, Jerman. Selain itu, beliau mengikuti beberapa training, khususnya di bidang auditor dan manajemen, antara lain diselenggarakan BPKP, Bappenas, University of Hamburg, Asian Management Institute, Bangkok, Thailand, dan Bank Dunia.

Lihat Selengkapnya
Berikut perjalanan karir Lambok H. Hutauruk sebelum menjabat Deputi Pengawasan dan Pertimbangan Hukum:
2004-2009 Direktur Gratifikasi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sekaligus merangkap Ketua Tim Kajian Migas, KPK, untuk regulasi dan operasional pada 2008-2009
1985-2004 Divisi Inspektorat Bidang Fasilitas dan Peralatan, Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi (BPPT)
1994-1995 Project Manager untuk Delegasi Indonesia di Hannover Fair 1995 di Jerman
1992-1993 Anggota Tim Teknis Konstruksi Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta
1991-1992 Koordinator Tim Kerja Konstruksi Gedung Balai Pertemuan di Pare-pare
1988-1993 Koordintor Utilisasi Project Kayu Kepala di Sulawesi Utara
1988-1991 Inspektorat Bidang Konstruksi Badan Otoritas Batam
1986-1993 Kepala Sub Divisi Konstruksi, BPPT
1986-1997 Inspektorat Bidang Konstruksi, PT. IPTN
1986-1992 Inspektorat Bidang Konstruksi, PT Pindad
1986-1991 Inspektorat Bidang Konstruksi, PT. PAL
1986-1990

Koordinator Tim Teknik pembangunan Gedung BPPT II

1985-1986 Koordinator Pekerjaan Konstruksi untuk Project Pusat Penelitian dan Pengembangan Seni Keramik dan Porselin (P3SKP) di Pulau Bali
1984-1985 Field Engineer di Strabag Bau AG., Jerman
1982-1983 Static Engineer di kantor konsultan Erhard Kiemens, Jerman